Modernisasi Becak Jatim: PLN Hadirkan SPKLU R2 Dukung Transportasi Hijau

Minggu, 15 Februari 2026 | 09:40:52 WIB
Modernisasi Becak Jatim: PLN Hadirkan SPKLU R2 Dukung Transportasi Hijau

JAKARTA - Wajah transportasi tradisional di Jawa Timur mulai memasuki babak baru yang lebih manusiawi dan ramah lingkungan. Langkah besar diambil oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur dengan meresmikan infrastruktur krusial berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Roda 2 (SPKLU R2). Kehadiran fasilitas ini bukan sekadar urusan teknis kelistrikan, melainkan jembatan bagi para pengemudi becak konvensional untuk bertransisi menuju teknologi yang lebih meringankan beban fisik mereka.

Penyediaan titik pengisian daya di beberapa kota kunci seperti Jember, Malang, hingga Gresik menjadi bukti nyata bahwa energi hijau bukan hanya milik mobil mewah, melainkan juga merambah sektor ekonomi kerakyatan. Melalui ekosistem ini, program becak listrik yang digagas pemerintah kini memiliki fondasi operasional yang kuat untuk memastikan produktivitas masyarakat kecil tetap terjaga.

Komitmen Infrastruktur PLN untuk Kesejahteraan Masyarakat

Keberhasilan transisi energi di sektor transportasi rakyat sangat bergantung pada kemudahan akses pengisian daya. Menyadari hal tersebut, PLN UID Jatim bergerak cepat menyiapkan fasilitas yang tersebar di titik-titik strategis. Infrastruktur ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan unik kendaraan listrik roda dua dan kendaraan mikro seperti becak listrik.

General Manager PLN UID Jatim, Ahmad Mustaqir, menegaskan bahwa peran PLN tidak hanya terbatas pada penyediaan setrum, tetapi juga sebagai pendukung utama keberhasilan program sosial pemerintah. Sinergi antara ketersediaan energi dan alat transportasi menjadi kunci utama perubahan pola kerja para tukang becak..

Beliau juga menambahkan bahwa langkah ini selaras dengan peta jalan perusahaan dalam mempercepat tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik secara nasional. Komitmen pelayanan yang lebih baik menjadi alasan utama PLN untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengoperasikan SPKLU R2 ini.

Konvoi Hijau dan Edukasi Digital di Kota Jember

Momentum peresmian SPKLU R2 di Jember ditandai dengan pemandangan yang unik, yakni konvoi becak listrik yang membelah jalanan kota. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa becak listrik adalah moda transportasi masa depan yang efisien dan tidak menguras tenaga secara berlebihan.

Selain aspek teknologi, PLN juga menyisipkan muatan edukatif bagi para pengemudi becak melalui pengenalan aplikasi PLN Mobile. Para tukang becak diajarkan cara melakukan pembelian token untuk pengisian daya secara mandiri dan digital. Tidak hanya itu, aksi sosial berupa pembagian helm keselamatan dan sembako bagi 50 pengemudi becak turut melengkapi rangkaian acara tersebut.

Inisiatif serupa kini didorong untuk segera menjalar ke wilayah lain seperti Malang, Gresik, dan Situbondo. Hal ini dilakukan karena kehadiran becak listrik dianggap mampu membawa napas baru bagi kenyamanan tata kota serta memperkaya pengalaman para pelancong yang berkunjung ke daerah wisata.

Dukungan Wisata Heritage dan Apresiasi Pemimpin Daerah

Implementasi becak listrik mendapatkan sambutan hangat dari para kepala daerah. Di Malang, kendaraan ramah lingkungan ini diproyeksikan menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata, khususnya di kawasan-kawasan bersejarah yang membutuhkan ketenangan dan keasrian.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melihat potensi besar becak listrik dalam meningkatkan estetika kota. Tanpa adanya bising suara mesin dan polusi asap, wisatawan dapat menikmati keindahan arsitektur kolonial dengan lebih khidmat.

“Becak listrik membuat wisata heritage lebih nyaman dan estetik karena bebas polusi,” tutur Wahyu.

Sementara itu, di Gresik, kehadiran program ini dipandang sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap nasib pekerja lansia. Bupati Gresik, Fandi Ahmad, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo bagi masyarakat kecil di daerah.

“Program ini sangat membantu para pengemudi becak di Gresik yang sebagian besar sudah berusia lanjut sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih ringan, aman, dan tetap produktif,” jelas Fandi.

Kisah Haru Petani Aspal di Tengah Perubahan Zaman

Manfaat nyata dari perubahan teknologi ini paling dirasakan oleh mereka yang setiap hari beradu nasib di jalanan. Bagi para tukang becak yang sudah puluhan tahun mengandalkan kekuatan otot, kehadiran mesin listrik adalah berkah yang sangat dinantikan.

Sidiq, seorang tukang becak di Jember, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan becak listrik dan fasilitas pengisian daya yang kini tersedia. Di usianya yang tak lagi muda, ia merasa pekerjaan mencari nafkah menjadi jauh lebih ringan dibandingkan masa-masa sebelumnya.

"Sudah 30 tahun menjadi tukang becak, dulu manual, ngos-ngosan, setelah mendapat bantuan becak listrik lebih enak,” kata Sidiq dengan penuh rasa syukur.

Kisah Sidiq adalah representasi dari ribuan pengemudi becak lainnya yang kini menaruh harapan pada energi listrik. Dengan dukungan penuh dari infrastruktur PLN dan sinergi pemerintah daerah, becak listrik diharapkan tidak hanya menjadi tren sesaat, melainkan menjadi solusi berkelanjutan untuk memuliakan para pejuang ekonomi kecil di Jawa Timur.

Terkini